.

Pages

Selasa, 25 Juni 2013

TIPS MENGEMUDI HEMAT BBM

Pusing memikirkan BBM terus naik, kini saat kita belajar berhemat dari hal yang kecil - kecil antara lain yaitu cara mengemudi. Simak beberapa Tips berikut :


Memanaskan mesin

Menjalankan mobil tanpa memanaskan sama sekali sama saja memboroskan bbm karena pembakaran belum ideal. Sebaliknya, memanaskan terlalu lama juga berarti membuang bbm sia-sia. Mobil2 modern hanya membutuhkan 30 detik – 1 menit sebelum dijalankan.





Teknik Mengemudi

Pindahkan gigi transmisi
sesegera mungkin. Pindahkan gigi sebelum jarum RPM mencapai angka 2,500 untuk kendaraan berbahan bakar bensin, RPM 2.000 pada kendaraan diesel.
Umur komponen-komponen kendaraan pada bagian yang menghasilkan tenaga akan mengalami penurunan akibat gesekan/friksi. Menurut perhitungan, penurunan umur komponen yang bergesek semakin bertambah seiring setiap kenaikan putaran mesin. Dengan menggunakan putaran mesin yang rendah penurunan umur ini akan menjadi terbatas dan impactnya adalah konsumsi bahan bakar pun akan berkurang.

Beban kerja yang berat pada mesin untuk menghasilkan tenaga, akan menjadi pemborosan ketika seorang pengemudi tidak dapat menyesuaikannya dengan penggunaan gigi transmisi yang tepat. Tenaga yang besar tidak menjadi maksimal ketika tersalurkan kepada roda-roda penggerak (drive wheels).
Seharusnya putaran mesin yang dihasilkan tidak terlalu banyak terhambat oleh gigi transmisi. Karena itu inter koneksi ini harus bersambung mulus ke roda-roda penggerak.

Menggunakan kecepatan konstan

Jaga agar selalu berada pada kecepatan konstan dengan cara menggunakan gigi transmisi tinggi. Ketika berakselerasi energi dari BBM akan menggerakkan kendaraan, ini akan terbuang ketika kita melakukan perlambatan apakah dengan mengangkat pedal gas ataupun dengan pedal rem.
Fenomena ini akan terasa setelah Anda melakukan pengereman tajam, mau tidak mau Anda harus mengembalikan kecepatan pergerakan dengan menginjak pedal gas atau memutar tuas throttle kembali. Saat-saat pedal gas diinjak sederhananya valve injection atau valve di karburator akan menyemprot BBM ke ruang bakar.

Analoginya begini, kendaraan rata-rata akan memerlukan 5PK pada kecepatan konstan di 50 km/jam, lebih kurang 25PK pada kecepatan 120 km/jam (tenaga yang diperlukan semakin meningkat seiring dengan kecepatan kendaraan). Sisa tenaga yang ada pada mesin akan terpakai untuk akselerasi-akselerasi yang dilakukan si pengemudi. Oleh karena itu menjaga agar kecepatan tetap konstan akan membuat pemakaian tenaga dan BBM menjadi terbatas.

Jika memungkinkan pada kondisi jalan di tol gunakan cruise control. Hal ini sangat membantu mendapatkan kecepatan konstan. Keuntungan dengan menerapkan kecepatan konstan tidak saja terbatas pada peningkatan ekonomis atas konsumsi BBM, tetapi juga banyak hal positif lain yang dapat diperoleh. Misalnya emisi gas buang – keamanan – umur pakai komponen - kelancaran lalu lintas dan kenyamanan.


Push & Glide
Sesedikit mungkin / sejarang mungkin menginjak pedal gas dan meluncurlah sebanyak mungkin.

Ibarat bersepeda jarak jauh, untuk menghemat tenaga biasanya pesepeda menerapkan teknik 'Gowes - Meluncur - Gowes - Meluncur', maka kombinasi 'Gas - Meluncur' juga berlaku untuk kendaraan.

Pada teknik Pulse & Glide gunakan rem secukupnya, agar energy kinetik / momentum saat meluncur tetap terjaga, dengan catatan "Tetap awas & siaga, serta cermati kondisi lalu lintas dengan seksama".

Untuk mobil dengan transmisi otomatik pada saat meluncur posisi tuas transmisi tetap di D.  

Gigi tinggi dan RPM rendah

Opini yang berpendapat pedal gas berhubungan dengan konsumsi BBM tidak seluruhnya benar pada mesin-mesin bensin. Pedal akselerator hanya mengopersikan katup throttle atau kupu-kupu yang mempengaruhi kwantitas udara.
Pada dasarnya hanya mengakibatkan momen putar pada mesin, jumlah pemakaian BBM dipengaruhi dari beban kerja mesin itu sendiri. Semakin kecil reduksi dari momen tenaga yang dihasilkan oleh mesin semakin kecil pemakaian BBM. Oleh karena itu tenaga yang dibutuhkan untuk mendapatkan kecepatan konstan jelas lebih kecil dibandingkan adanya akselerasi- akselerasi.
Dengan demikian gigi tinggi dapat saja digunakan pada kecepatan rendah tanpa khawatir adanya kerusakan (ingat range 2.500 – 2.800 RPM pada mesin bensin). Dengan cara ini akan menghemat konsumsi BBM tanpa merusak mesin, pasti dan selama perawatan terhadap mesin dilakukan sebagaimana mestinya.

Antisipasi arus lalu lintas

Melihatlah sejauh mata memandang. Lihat dan mengerti sesuatu didepan, antisipasi dan pahami situasi sekeliling kendaraan Anda. Dengan tekhnik mengemudi Crash Free Habits JDDC, seorang pengemudi akan mudah mengantisipasi arus lalu lintas disekelilingnya.
Untuk mendapatkan kecepatan konstan sangatlah penting untuk mengantisipasi situasi traffic di muka. dengan demikian pengemudi dapat memilih lajur-lajur yang harus dilewati dan mengurangi pengereman-pengereman ataupun akselerasi yang tidak perlu

Melakukan perlambatan dengan halus

Saat melakukan perlambatan, lakukanlah dengan halus, bertahap dengan gigi transmisi tetap masuk (tidak dengan netral).
Mobil-mobil yang dibuat di atas tahun 2000 umumnya dilengkapi dengan sistem injeksi elektronik yang memiliki fuel cut-off, yaitu kemampuan memutuskan supply BBM ke ruang mesin saat melakukan perlambatan mesin (engine brake). Keuntungannya, seorang pengemudi dapat mengangkat pedal gas setiap saat perlambatan tanpa terlalu banyak dibantu dengan pengereman pada roda-roda.
Pada kendaraan yang menggunakan karburator tanpa eletronik fuel cut-off, membiasakan mengangkat pedal gal atau menutup tuas throttle secara halus dan menghindari pengereman tajam juga dapat membuat kendaraan menjadi lebih ekonomis.

Mengemudi di lintasan berbukit

Perlu diingat, pabrikan otomotif membuat kendaraan dapat bergerak konstan dengan muatan penuh pada RPM 1.000.
Melakukan manajemen kecepatan di daerah perbukitan sangatlah penting. Biasakan untuk melakukan pergerakan kendaraan dengan menggunakan tenaga yang kecil. Ini dapat dimungkinkan jika putaran RPM diawali dengan rendah, pertahankan agar kendaraan bergulir sedemikian rupa tanpa menggunakan RPM tinggi dan gigi rendah.

RPM tinggi pada permukaan licin (off road) sering membuat traksi pada roda penggerak terlepas yang akhirnya kendaraan tidak mencapai permukaan yang lebih tinggi. Sering prinsip menggunakan RPM tinggi dan rendah menjadi suatu perdebatan pada topik ini, yang paling tepat coba lakukan.

Matikan mesin saat berhenti

Ketika memanaskan mesin pastikan tidak lebih dari 2 menit. Pada mesin-mesin modern sistem pelumasan telah memberikan hasil maksimal pada masa tersebut. Hal yang sama saat mematikan mesin, hindari cara-cara yang tidak benar dengan menekan-nekan pedal gas sebelum mematikan mesin. Cara ini jelas akan meningkatkan pemborosan BBM kendaraan Anda.
Matikan mesin jika memungkinkan, semisal saat berhenti menunggu palang pintu di lintasan KA, di traffic light atau menunggu seseorang di minimarket. Ketika mencoba menghidupkan jangan tekan pedal gas.

Mobil-mobil modern

Pada saat menghidupkan kembali, pengemudi diharapkan tidak menginjak pedal gas. Mesin yang dilengkapi dengan injeksi (injection) memiliki manajemen tersendiri untuk menyikapi situasi re-start tersebut. Menekan pedal gas akan membingungkan sistemnya yang mana akan membuat kesulitan pada re-start, selain akan meningkatkan konsumsi BBM dan emisi gas buang.

Mobil lama

Umumnya pada mobil-mobil buatan sebelum tahun 2.000, pada kondisi mesin panas pengemudi kadangkala harus menginjak pedal gas sedikit saat re-start. Ini akan mengkonsumsi BBM, disarankan akan bijaksana pengemudi mematikan mesin ketika berhenti lebih dari 1-2 menit.

Menikung

Menikung dengan eco-driving dapat dicapai melalui beberapa faktor, yakni Kecepatan – Arah Lintasan – Latihan. Pandangan jauh ke depan lakukan perlambatan sehalus mungkin. Jika aman tanpa menggunakan pedal rem gunakan TITO (melebar-mengecil-melebar), dengan demikian faktor reduksi rotasi roda kecil.
Secara umum ini dapat dikatakan pengemudi harus dapat mengantisipasi kondisi area tikungan tersebut, dengan pasti dan aman. Cara mengemudi dengan kecepatan tinggi, mengerem tajam dan menikung tajam selanjutnya berakselarasi dengan cepat (gaya racing) tidak saja akan meningkatkan pemakaian BBM tetapi juga memperpendek umur komponen kendaraan, seperti ban dan beban kerja pada axle salah-salah mobil bisa terbalik.

Bobot

Salah satu faktor eco-driving adalah berusaha menjaga muatan kendaraan agar tidak overweight. Semakin ringan muatan semakin ringan beban kerja dari mesin. Misalnya mengeluarkan peralatan golf, barang-barang yang tidak penting, tidak menambah muatan bagasi dengan alat-alat audio (extra sound system), peralatan ekstra kunci mobil atau melepas trunk tambahan (box diatas roof rack) adalah cara-cara yang harus dilakukan.

Faktor Aerodinamika

Proses manufaktur sebuah mobil salah satunya adalah test aerodinamik yang dilakukan melalui sebuah terowongan angin. Semakin kecil hambatan angin yang diperoleh oleh sebuah mobil salah satunya akan mempengaruhi konsumsi BBM kendaraan tersebut.
Pemakaian ban dengan permukaan lebar, penempatan rak diatas kendaraan atau membawa barang diluar kendaraan, membuka kaca pintu pada saat kecepatan tinggi akan mempengaruhi konsumsi BBM.


Tekanan angin ban harus optimum

Kapan terakhir kali anda memeriksa tekanan angin ban (TAB)? Umumnya hanya diperiksa ketika laju kendaraan terganggu. Bila TAB kurang, kerja mesin akan semakin berat, pemakaian bahan bakar otomatis meningkat. Artinya semakin sering antri dipom bensin.

Untuk menentukan TAB optimum, caranya gampang. Sebelumnya siapkan dulu alat pengukur tekanan ban yang berkualitas, kertas dan pen. Serta cara mengukur TAB yang tepat. Langkah pertama, periksa tekanan angin ban sebelum mobil dipakai. Catat hasilnya sebagai hasil pengukuran TAB dingin. Ulangi pemeriksaan pada saat mobil sudah dipakai sebagai pengukuran TAB panas. Biasanya TAB panas sedikit lebih tinggi dari TAB dingin. Namun TAB dingin-lah yang lebih akurat. Lakukan pengukuran pada seluruh ban. Spesifikasi TAB yang di keluarkan produsen ban mewakili TAB dingin ini.

Perakit mobil merekomendasikan tekanan angin yang berbeda untuk ban depan dan belakang. Sebaiknya anda lebih memperhatikan rekomendasi ini daripada angka yang tercetak di sisi luar ban untuk menentukan TAB mobil anda. Bandingkan TAB dingin dengan rekomendasi perakit mobil. Bila berbeda, maka anda harus menyesuaikannya.

Misalkan TAB dingin 32 Psi, sementara rekomendasi perakit mobil 35 psi, berarti 3 Psi yang harus ditambah. Jika, TAB panas 34 Psi, maka tambahlah tekanan angin ban hingga 37 Psi. Sebaliknya, bila TAB dingin lebih tinggi dibandingkan rekomendasi perakit, buang tekanan angin sesuai dengan selisihnya. Proses ini juga menggunakan patokan TAB panas. Bila selisih antara TAB dingin dan rekomendasi sudah diketahui, misalkan 2 Psi, dan TAB panas diketahui 38 Psi, maka kurangi TAB hingga tersisa 36 Psi.


Pertahankan mesin dalam kondisi baik

Kebanyakan mobil keluaran terakhir telah menggunakan teknologi canggih seperti pengapian elektornik yang perawatannya lebih sederhana. Namun tetap ada komponen yang butuh perhatian seperti; Mengganti filter udara secara periodik. Mengatur kembali timing pengapian. Membersihkan busi, dan pastikan fungsi pengapian berjalan baik. Adanya lobang pada muffler atau di pipa knalpot akan memboroskan bahan bakar, berisik dan berbau busuk.





Selamat mencoba...







berbagai sumber

0 komentar:

Posting Komentar